Total Tayangan Halaman

Kisah remaja

Kumpulan kisah-kisah, pengalaman, dan perjalanan hidup remaja Indonesia

Kamis, 16 Februari 2012

Bidadari Yang Terluka

Satu kruk yang selalu setia ditangannya selalu terbayang setiap kali mengenang beliau.

Juga dua sepatunya yang berukuran tak sama.

Seperti ungkapnya, "Memang kaki ini istimewa." dan beliau tersenyum, meskipun saya khawatir dengan guratan kesedihan dihatinya.

Saya juga selalu terbayang dengan langkahnya yang goyang dan pelan -tapi mantap- menapak ke tanah.

Juga keringatnya yang selalu mengalir dalam keletihan.



Saya senantiasa mengenangnya karena beliau tidak pernah letih menjalani roda dakwah.

cacat kaki tak pernah menghalanginya menebarkan kebaikan.

Dengan keterbatasan fisiknya beliau mampu melakukan banyak hal - yang saya yakini - dikarenakan semangatnya yang luar biasa untuk berbuat.



Beliaulah jelmaan seorang wanita mulia yang hidup pada masa jihad dulu, saat Manshur bin Ammar memerintahkan kaum muslimin bejihad di jalan Allah.

Kemiskinan tidak menghalanginya untuk menyambut seruan itu.

Maka,, dibungkusnya dua kendali kuda miliknya dan digoreskannya selembar surat.

"Ibnu Ammar, anda memerintahkan kaum muslimin berjihad di jalan Allah. Demi Allah, aku tidak memiliki harta kecuali pengekang kuda ini yang saya berikan kepada anda. Demi Allah, jadikanlah keduanya ikatan kuda prajurit yang turut berperang di jalan Allah. Semoga dengan ini Allah mengasihi saya."



Gambaran wajah perempuan itu saya banyangkan sebagai wajah beliau.

mereka sama-sama mempunyai keterbatasan.

Perempuan itu tak punya harta, sedang beliau tak punya kesempurnaan fisik.

Semua itu tidak menghalanginya mempersembahkan diri untuk jihad.

Subhanallah ...



Sebagaimana ungkapan istri mujahidin di Afganistanpada Zainab Al-Ghazali, "iBunda, apalagi yang harus kami berikan untuk jihad ini ? tangan kami telah mengeras dan kasar, perut kami terbiasa kosong menahan lapar, dan hati ini kebal mendengar kabar duka. Apalagi yang dapat kami persembahkan untuk jihad ini, ibunda ?"

Lalu, kenapa saya juga tak bisa banyak berbuat denga harta dan kesempurnaan fisik serta waktu luang yang saya miliki ?



Pun bagaimana ia menerima cobaan yang sangat berat itu, semua butuh keberanian dan jiwa besar.

Bahkan airmata itu, selalu terkenang dalam hati -insyaalah untuk selamanya - kala beliau menceritakan kepedihan hatinya, di sela-sela kebahagian dua pengantin yang bersanding saat itu.

Kerut wajahnya saya cermati dengan baik, juga rintihan hatinya.

Beliau berduka.



"Dik, saya orang yang luar biasa, maka seorang yang bisa menggandeng saya pun harus orang yang luar biasa."

Dan beliau tersenyum di sela derai airmatanya.



Dan saya masih menyimpan pertanyaan yang tak tahu kapan akan terjawab.

Adakah orang yang luar biasa itu ?

Bukan hanya luar biasa karena kruknya, tetapi luar biasa karena keikhlasan yang membumbung ke langit, yang akan disambut para malaikat.



by : Koesmarwanti "Catatan Seorang Ukhti"

::::CINTA DALAM HENING::::
Sunday, September 26, 2010 10:29 PM

Duhai gadis, maukah ku  beritahukan  padamu bagaimana mencintai dengan indah?

Inginkah ku  bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.

Maka dengarlah..

Gadis,  Saat ku jatuh cinta..

Tak akan ku berucap..

Tak akan ku  berkata..

Namun ku hanya akan diam..

Saat ku mencintai,  takkan pernah ku menyatakan.

Tak akan ku menggoreskan..

Yang  ku lakukan hanyalah diam..



Aku tahu, cinta adalah  fitrah..sebuah anugrah tak terperih..

Karena cinta adalah  kehidupan. Karena rasa itu adalah cahaya. Aku tahu, hidup tanpa cinta,  bagaikan hidup dalam gelap gulita.. Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka  hadapi dgn anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan  begitu banyak warna. Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang  mbuatmu menderita. Cinta ada kalanya manis bagaikan gula, Namun juga  mampu memberi pahit yang sangat getir. Cinta adalah perangkap rasa..  Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang   lama dalam lingkaran derita.



Maka gadis, Agar kau dapat  keluar dari belenggu itu. Dan mampu melaluinya dgn anggun.. Maka  mencintailah dalam hening. Dalam diam.. Tak perlu kau lari, tak perlu  kau hindari. Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan. Jangan kau  umbar rasamu. Jangan kau tumpahkan segala sukamu..



Cobalah  merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang.. Kita percaya takdir bukan?  Kita tahu dengan sangat jelas... Dia, Allah telah mengatur segalanya  dengan begitu rapinya? Jadi, apa yang kau risaukan? Biarkan Allah yg  mengaturnya, Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..



Cobalah  renungkan... Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan  pernah menjadi  milikmu.. Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang  dan yang kau tangisi ketika  malam, Akankah dia yang telah Allah  takdirkan denganmu?



Gadis, kita tak tahu dan tak akan  pernah tahu.. Hingga saatnya tiba.. Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah  kau malu jika smua rasa telah kau  umbar... Namun ternyata kelak bukan  kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya? Gadis, Karena cinta kita  begitu agung untuk di umbar.. Begitu mulia untuk di tampakkan.. Begitu  sakral untuk di tumpahkan..



Dan sadarilah gadis, fitrah  kita wanita adalah pemalu, Dan kau indah karena sifat malumu.. Lalu,  masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?  Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap.. Duhai  gadis, jadikan malu sebagai selendangmu.. Maka tawan hatimu sendiri  dalam sangkar keimanan.. Dalam jeruji kesetiaan.. Yah.. Kesetiaan  padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di  Lauhul Mahfuzh..  Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..



 Maka cintailah dlm  hening. Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu, Maka  cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu.. Agar kesucianmu tetap  terjaga.. Agar keanggunanmu tetap terbias..



Maka, ku  beritahukan padamu, Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan. Acuhkan  semua godaan yg menghampirimu.. Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan  untuk kau musnahkan.. Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya  cukup kau arahkan..



Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu,  sabar dan percaya..

Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu..Arahkan  pd Nya.. Dan cintailah dalam diam.. Dalam hening.. Itu jauh lebih  indah..



Jauh lebih suci

Tidak ada komentar:

Posting Komentar